Punya Hubungan Khusus, Pasangan Dibunuh lalu Mayat Ditimbun Pohon Jagung

REDAKSIRIAU.CO Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Pungkruk Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Kamis lalu (3/5). Korbannya, Supartini (55), warga Dusun Senggrong RT01 RW05 Desa Bringin Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Diduga korban dihantam batu hingga tewas seketika. Mayat korban kemudian ditutup dengan timbunan pohon jagung.

Kasus pembunuhan ini terungkap, setelah mayat Supartini ditemukan oleh Munawar (55) di Dusun Pungkruk RT 06 RW 05, Kamis lalu (3/5) pagi sekitar pukul 06.00. ”Mayat wanita tersebut kali pertama ditemukan oleh Munawar, saat hendak membuang kotoran hewan untuk pupuk di kebun jagung,” ujar Kabag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo.

Saat hendak membuang kotoran itulah, Munawar melihat ada tumpukan pohon jagung. Betapa kagetnya Munawar, ketika tahu di balik tumpukan tersebut terdapat sesosok mayat.

Loading...

”Setelah tumpukan pohon jagung itu dibuka, ternyata ada sesosok mayat. Munawar lalu memberi tahu Muh. Tasor, perangkat desa setempat yang selanjutnya melaporkan kepada petugas,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Muh. Tasor (55) mengatakan, sekitar pukul 06.00, dia diberitahu Munawar yang hendak memupuk tanaman. Munawar melihat ada tumpukan pohon jagung dan daun pisang yang ternyata sesosok mayat.

“Mayat itu ditutupi tumpukan pohon jagung dalam posisi membujur ke utara,” jelas Tasor.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUP dr Kariadi Semarang guna diotopsi. Setelah diketahui identitas korban, tak butuh waktu lama jajaran aparat Polres Semarang berhasil menangkap seorang lelaki yang diduga sebagai pelaku.

Selang dua jam dari penemuan mayat, polisi membekuk KH (45), warga Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus. Antara pelaku dan korban disebut saling kenal dan mempunyai hubungan aneh, polisi menyebutnya punya hubungan khusus. KH ditangkap polisi di sekitar lokasi penemuan mayat.

”Kami mengamankan pelaku di sekitar lokasi kejadian, kurang dari 2 jam setelah penemuan mayat. Pelaku tengah dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana.

Dari hasil interogasi kepada pelaku, diketahui jika motif pembunuhan karena pelaku jengkel dimintai uang oleh korban. Korban dibunuh dengan cara dihantam menggunakan batu dan mengenai atas mata.

”Pelaku juga menjerat leher korban dengan kerudung yang dipakai. Sebelumnya terjadi cekcok karena korban meminta uang, dan pelaku emosi langsung memukul dengan batu,” ujarnya.

Pengakuan pelaku, aksi pembunuhan itu dilakukannya pada Selasa (1/5) malam sekitar pukul 19.00. Sebelum dibunuh, korban dan pelaku janjian bertemu untuk makan sego gablok. Setelah itu, pelaku dan korban menuju lokasi dan terjadi percekcokan hingga berujung pada pembunuhan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui sudah sejak lima hari lalu pergi dengan KH yang diketahui bekerja sebagai tukang kayu. Antok (30), anak korban, mengatakan, ibunya kali terakhir pergi bersama KH berboncengan motor.

”Terakhir kali ibu saya pergi bersama Pak KH dengan berboncengan motor,” ucap Antok.

Hingga kini polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut dengan meminta keterangan pada pelaku dan sejumlah saksi. Pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 338 KUHP jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan.

Selain KH, juga diamankan beberapa barang bukti, seperti pohon jagung, batu, sandal dan kerundung korban. “Batu yang digunakan memukul korban sudah kami sita,” tutur AKP Yusi Andi Sukmana.

Radar Tegal.com

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...