Gemar Buat Gimmick, Vicky Prasetyo Alami Gangguan Psikologis

REDAKSIRIAU.CO.ID Nama Vicky Prasetyo lebih dikenal masyarakat dengan sensasi kehidupan asmara, ketimbang karya sebagai pelaku seni.

Sederet nama selebriti seperti Zaskia Gotik, Angel Lelga, Anggia Chan, bahkan Dina Sabun Colek menjadi wanita yang pernah hadir dalam hubungan asmara. Sayang, beberapa di antaranya merupakan hubungan rekayasa yang dibuat untuk eksis di televisi.

"Aku mengakhiri kontrak kerja dengan Vicky. Maksudnya, kontrak kesepakatan kerja untuk menaikkan nama kami ada di talkshow-talkshow," ujar Anggia Chan, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada 12 April 2019.

Loading...

Melihat fenomena bahwa settingan pacaran digunakan oleh Vicky Prasetyo bersama pasangannya, Psikolog Tika Bisono menganggap jika mereka mengalami kecenderungan gangguan psikologis.

 

"Di sosiologi sebutnya perilaku eksibionistik, kecenderungan untuk memamerkan diri dalam konteks yang pastinya enggak proposional dan ada kepentingan," jelas Tika saat di temui di kawasan Cilandak, Jumat (19/4/2019).

Ia mencontohkan, "Gua dong di perhatikan dan yang penting ada pengakuan dari orang lain atas keberadaan dia. Tapi enggak mikir kualitas. Itu kan yang mereka lakukan, dibayar dan mau dibayar untuk sebuah hal yang sebenarnya enggak penting."

Meski Tika Bisono masih menyebut ada kecenderungan terhadap perilaku menyimpang tersebut, ia berharap jika orang-orang di sekeliling Vicky Prasetyo bisa saling mengingatkan.

"Belum ada assesmen sampai akhirnya memastikan jika dia terbukti mengalami hal itu. Karena harus tahu seperti apa pola asuh, bagaimana ia dibesarkan dan latar belakang pendidikan," ungkapnya.

 

"Tapi, ada baiknya kecenderungan akan perilaku tersebut bisa dihindari dengan seseorang itu diingatkan. Karena apa yang dilakukan adalah tanpa sadar dan kalau tidak cepat diatasi bisa berdampak pada bunuh diri," jelas Tika.

Alasan mengapa seseorang dengan gangguan exhibitionism sendiri dikarenakan ia merasa kehilangan panggung untuk diperhatikan.

"Dari yang awalnya tidak disorot, kemudian dapat perhatian dan lama-lama hilang, itu dampaknya buruk. Maka harus ada konseling kepada dia untuk membangkitkan kemampuan yang sebenarnya dimiliki, dan bukan sensasi," pungkas Tika.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...