Asyik Mancing di Sungai, Temukan Mayat Perempuan Mengambang

REDAKSIRIAU.CO Sesosok mayat perempuan ditemukan mengambang di Sungai Serayu, Dusun Kebondalam Desa Sukorejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten wonosobo,kemarin. Mayat ditemukan oleh warga saat tengah mancing di sungai.

Belakangan jenazah diketahui bernama Tukini (60), warga Kampung Mekarsari Kelurahan Kalibeber. “Mayat sudah kita evakuasi ke RSUD Wonosobo, jenis kelamin perempuan, tanpa identitas,” ungkap Kapolsek Mojotengah AKP Widayatno kemarin.

Menurut dia, mayat pertama kali diketahui oleh Sukirman (36), asal Kalibeber yang sedang memancing di pinggir Sungai Serayu. Tiba-tiba dikejutkan sesosok tubuh yang tertelungkup di aliran sungai.

Loading...

”Saksi kemudian mendekati jenazah. Setelah dicek, ternyata sudah meninggal kemudian dilaporkan kepada kami,” katanya.

Polsek Mojotengah bersama Koramil, Tim Medis puskesmas dan SAR Mojotengah kemudian mendatangi lokasi. Selanjutnya mereka melakukan evakuasi serta pemeriksaan luar.

Karena tidak ditemukan luka bekas penganiayaan, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Wonosobo. ”Setelah kami periksa, kami bawa ke RSUD Setjonegoro,” kata AKP Widayatno.

Selanjutnya, polisi menyebarkan adanya informasi temuan mayat tersebut tersebut kepada masyarakat sekitar Mojotengah. Sebab, saat ditemukan tidak ada satupun warga yang mengakui sebagai keluarganya. Selain itu, tidak ditemukan identitas di baju yang dikenakan korban.

”Akhirnya, pada sore harinya kami mendapatkan pengakuan dari salah seorang warga yang mengaku ibunya belum pulang sejak pagi hari. Kami kemudian membawa keluarga korban ke RSUD Wonosobo untuk memastikan,” terangnya.

Disinggung mengenai penyebab kematiannya, AKP Widayatno mengungkapkan, dugaannya terpeleset jatuh dan tenggelam di Sungai Serayu. Pihaknya tidak bisa memastikan, karena pihak keluarga korban sendiri menolak adanya otopsi.

”Dugaan kami terpeleset jatuh ke sungai dan tidak ada yang tahu, sehingga terbawa arus dan meninggal dunia. Keluaga korban tidak setuju dilakukan otopsi, jadi jenazah kami serahkan untuk dimakamkan,” terangnya

Sementara itu, keluarga korban Slamet Faizun mengungkapkan, keengganannya melakukan otopsi karena menganggap kejadian ini merupakan kecelakaan. ”Ini musibah, sudah takdir dari Allah SWT. Jadi kami menerima saja,” ucapnya. 

Radar Tegal.com

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...