AS dan PBB Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Turki

REDAKSIRIAU.CO, WASHINGTON DC, - Pemerintah AS, Minggu (21/8/2016), mengecam keras aksi bom bunuh diri di Gaziantep, Turki yang menewaskan 41 orang dan menawarkan bantuan kepada Ankara untuk mengungkap dalang di balik tragedi tersebut. "Amerika Serikat mengecam keras serangan pengecut yang terjadi kemarin (Sabtu)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Mark Toner. "Kami menyampaikan duka cita mendapam kepada keluarga korban dan kami berharap mereka yang terluka segera pulih seperti sedia kala," lanjut Toner. Kecaman juga datang dari Dewan Keamanan Amerika Serikat (NSC), yang juga berkantor di Gedung Putih. "Para pelaku aksi barbar ini dengan pengecutnya menyasar sebuah pesta pernikahan, menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang lainnya," kata juru bicara NSC, Ned Price. "Kami menjalin hubungan dengan pemerintah Turki dan Wapres Biden akan berkunjung ke Ankara pada Rabu untuk menegaskan komitmen AS bekerja sama dengan Turki, sekutu NATO dan rekan kami yang berharga," tambah Price. Dari New York, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga mengecam tragedi di Turki dan menyerukan hukuman berat bagi pelakunya. "Sekretaris Jenderal mengecam keras serangan teroris di Gaziantep, Turki, kemarin (Sabtu)," demikian pernyataan kantor Sekjen PBB. "Aksi ini, yang dikabarkan dilakukan pengebom bunuh diri, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai puluhan lainnya," tambah pernyatan itu. "Sekjen menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban dan kepada pemerintah serta rakyat Turki," lanjut pernyataan tersebut. Aksi bom bunuh diri itu terjadi di tengah pesta pernikahan di Gaziantep, di kawasan permukiman dengan penduduk mayoritas etnis Kurdi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut ISIS mendalangi aksi itu dengan memerintahkan pengebom bunuh diri yang berusia antara 12-14 tahun.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...