Kepulauan Riau Undang Pemilik Kapal Wisata Asing untuk Berlayar ke Batam

REDAKSIRIAU.CO, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengundang pemilik dan pengguna 50 kapal wisata asing untuk berlayar ke Batam. Undangan itu bagian dari promosi Batam sebagai salah satu pintu masuk dengan fasilitas khusus bagi kapal wisata asing. Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti menuturkan, undangan itu dikemas dalam Riau Islands International Cruise Highway (RIICH). Para undangan akan diajak berlayar di Pulau Karas pada pekan kedua Agustus 2016. "Kemarin kami sudah menghubungi asosiasi pemilik dan pengguna kapal wisata di Singapura untuk memanfaatkan RIICH," ujarnya, Jumat (5/8/2016), di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ajang itu terutama digelar untuk menyosialisasikan kemudahan masuk perairan Indonesia bagi kapal wisata asing. Sejak tahun lalu, melalui Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Yacht Asing ke Indonesia, pemerintah memangkas aneka prosedur dan perizinan masuk ke Indonesia. Pemerintah menunjuk 18 pelabuhan sebagai tempat untuk memanfaatkan berbagai kemudahan itu. Kapal-kapal yang masuk lewat 18 pelabuhan itu diberi kemudahan layanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan kepelabuhanan. Pelabuhan-pelabuhan itu adalah Sabang, Belawan, Teluk Bayur, Nongsa Point Marina Batam, Bandar Bintan Telani, Tanjung Pandan, Sunda Kelapa dan Marina Ancol, Kumai, Tarakan, Nunukan, Benoa, Tenau, Saumlaki, Tual, Ambon, Sorong, dan Biak. "Selain kemudahan masuk untuk kapalnya, juga ada kemudahan untuk orangnya. Indonesia sudah membebaskan visa untuk 169 negara," ujarnya. RIICH juga menjadi pemanasan untuk Festival Bahari Kepri 2016 di Tanjung Pinang, Bintan, dan Batam. Festival itu dihelat oleh pemerintah Kepri untuk memeriahkan Sail Karimata 2016. Puncak Sail Karimata 2016 pada Oktober 2016 itu digelar di Kepri, Jambi, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Sail Karimata merupakan sebutan untuk Sail Indonesia 2016. Reli pelayar asing yang dimulai dari Indonesia timur menuju Selat Malaka itu menjadi salah satu andalan pariwisata bahari Indonesia. Guntur mengatakan, Kementerian Pariwisata menargetkan 15.000 pelancong domestik dan asing menghadiri Sail Indonesia 2016. Untuk memuaskan pelancong itu, digelar sejumlah atraksi wisata. "Sail Karimata menjadi tambahan pemosisian Kepri sebagai gerbang pariwisata bahari Indonesia," ujarnya. Ketua Panitia Festival Bahari Kepri 2016 Naharuddin mengatakan, Kepri sudah bekerja sama dengan Singapore Power Boat Association (SPBA). Kepri dan SPBA akan bekerja sama mendatangkan lebih banyak kapal wisata asing di Singapura ke Kepri. Selain RIICH, kapal layar asing di Singapura juga diharapkan menghadiri Festival Bahari Kepri 2016. Hingga saat ini, diharapkan sedikitnya 100 kapal datang dari Singapura. "Itu belum termasuk ratusan kapal layar lain yang diundang panitia Sail Karimata 2016," ujarnya. Dengan berbagai kegiatan itu, Kepri berharap semakin banyak kapal wisata asing bertandang ke Indonesia melalui Kepri. Secara khusus, Kepri membidik Singapura. Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngura Swajaya mengatakan sudah beberapa kali mengajak Pemerintah Provinsi Kepri mempromosikan wisata bahari Kepri ke Singapura. Sasarannya antara lain para pemilik dan pengguna 5.000 kapal layar di Singapura. "Setiap pekan, mereka mencari obyek yang bisa disinggahi dalam waktu singkat. Kepulauan Riau paling potensial," ujarnya.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...