Daeng: Katanya Hamparan Kelapa Dunia, Tapi Petaninya Tidak Sejahtera

Ilustrasi/Int
REDAKSIRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR - Sejumlah petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau kembali resah karena nilai jual buah kelapa menjelang bulan Agustus 2017 ini semakin anjlok.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah petani, menurunnya harga jual komoditi tersebut sudah terjadi sekitar bulan Mei 2017 yang lalu dan hingga kini 30 Juli 2017 harga jual buah kelapa tersebut semakin merosot.

Loading...

"Harganya sekarang tinggal Rp 2.300 perkilogramnya, sebelumnya pada bulan Ramadhan (Mei 2017) yang lalu Rp 2.600 perkilogramnya," sebut Fau salah seorang petani kelapa yang berada di Desa Teluk Sungka, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan kemarin, kata Fau melanjutkan, harga jual komoditi yang menjadi salah satu penghasilan terbesar masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir masih bertahan di angka Rp 3.000 hingga Rp 3.500 lebih perkilogramnya.

"Dengan turunnya harga kelapa seperti ini tentunya kami sangat khawatir, karena biaya hidup kami hanya mengandalkan buah kelapa," tambah Fau.

Sementara itu, Roby alias Daeng salah seorang petani kelapa di Kecamatan Concong Luar, tepatnya di Desa Sungai Berapit, Kabupaten Indragiri Hilir juga mengeluhkan hal yang sama, menurutnya angka jual buah kelapa saat ini sangat tidak mendukung para petani untuk hidup sejahtera dan jauh dari harapan mereka.

"Kalau ditempatkan kami sekarang ini harga buah kelapa paling tinggi Rp 2.000 perkilogramnya, bagaimana caranya kami bisa bertahan dengan kondisi ekonomi kami yang pas-pasan ini," katanya.

Bapak dari dua anak itu juga mengungkapkan bahwa menurunnya nilai jual buah kelapa ini kerap terjadi menjelang perayaan hari-hari besar seperti bulan Ramadhan dan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus.

"Setiap mau puasa dan bulan Agustus selalu begini harga kelapa, tidak hanya bulan itu saja, diakhir tahun juga harga kelapa selalu rendah," bebernya.

Sebagai masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, ia sangat berharap kepada pemerintah daerah agar dapat memikirkan apa yang keluhan dari para petani tersebut.

"Katanya bumi hamparan kelapa dunia, tapi petaninya tidak sejahtera," ungkap Daeng.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...