Soal Buruknya Layanan Bagasi di T3 New Soekarno-Hatta, Ini Penjelasan AP II

REDAKSIRIAU.CO, TANGERANG, - Sebagian besar penumpang mengaku belum puas dengan layanan bagasi di Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta. Padahal, layanan bagasi dengan sistem bagasi otomatis atau baggage handling system (BHS) sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu keunggulan di terminal baru ini. Menanggapi keluhan tersebut, Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengaku masih mengidentifikasi apa saja kekurangan BHS. Dia juga memberikan gambaran kekurangan layanan bagasi seperti yang pernah terjadi di Bandara Heathrow, London, saat baru beroperasi. "Sistem bagasi di terminal ini sebenarnya termasuk yang canggih, setara dengan bandara-bandara lain. Ini bukan untuk memaklumi kekurangan yang ada, tapi kalau kita bandingkan dengan Terminal 5 Heathrow, mereka sempat failed satu minggu sistem bagasinya," kata Agus kepada Kompas.com, Senin (15/8/2016). Dampak dari gagalnya sistem pelayanan bagasi di Terminal 5 Heathrow disebut Agus sampai membuat koper-koper bertumpuk layaknya gunung. Meski belum mengalami kejadian seperti di Bandara Heathrow, Agus mengungkapkan, salah satu kelemahan di sistem bagasi Terminal 3 yaitu tidak bisa mendeteksi barang di bawah bobot lima kilogram. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Sejumlah penumpang tampak menunggu barang bawaannya di area baggage claim Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (15/8/2016). Layanan bagasi dengan sistem bagasi otomatis atau baggage handling system dikeluhkan sebagian besar penumpang. Jika ada barang di bawah lima kilogram, akan masuk ke kategori suspect atau barang yang dianggap mencurigakan. "Kalau koper besar, it's okay, enggak ada masalah. Kalau koper di bawah lima kilogram, antisipasinya kami pakai semacam baki yang didesain khusus buat nampung koper itu, supaya bisa kebaca di sistem," tutur Agus. (Baca: "Gila, Nunggu Bagasi di T3 New Soetta Sampai Sejam") Selain itu, Agus juga mengakui kecepatan conveyor belt di tempat pengambilan bagasi terlalu kencang. Hal itu membuat barang penumpang jadi terbentur cukup keras ketika ada perpindahan alur barang sampai ke tempat pengambilan bagasi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk membahas penanganan kekurangan layanan bagasi di Terminal 3 New. Pembahasan dilakukan sembari identifikasi lanjutan jika ada kekurangan lain yang belum diketahui.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...