Hujan Es Seukuran Gundu Terjadi di Kuningan

REDAKSIRIAU.CO.ID Sejumlah daerah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilanda hujan es. Desa seperti Pajambon, Ragawacana, dan Gunung Keling mengalami hujan es seukuran gundu atau kelereng. Hujan deras disertai angin kencang juga melanda pada Selasa (23/10).

Berdasarkan informasi, hujan turun di sebagian besar wilayah di Kabupaten Kuningan. Hujan deras disertai angin kencang hingga menyebabkan beberapa pohon tumbang menimpa jalan dan atap rumah beterbangan seperti di Desa Cipari, Kecamatan Cigugur dan di Desa Cihideung, Kecamatan Cidahu.

 

Loading...

Warga Pajambon Deni mengungkapkan, hujan es cukup menghebohkan warga hingga banyak di antaranya yang mengabadikannya dengan kamera handphone. Tak hanya itu, angin yang bertiup sangat kencang saat hujan pun menyebabkan beberapa pohon roboh dan beberapa atap rumah warga beterbangan sehingga tak sedikit warga yang panik hingga mengumandangkan azan dan takbir.

“Saya kaget, suara hujan kali ini sangat keras saat menimpa atap rumah dan teras. Saat dilihat ternyata banyak butiran-butiran es. Ditambah angin bertiup kencang sampai-sampai banyak warga yang mengucapkan takbir meminta perlindungan Allah SWT,” ungkap Deni.

Namun beruntung, kata Deni, hujan es disertai angin kencang hanya berlangsung sebentar sekitar 10 menit. Tak lama kemudian hujan pun berangsur reda dan warga kembali tenang. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin membenarkan fenomena hujan es tersebut, namun tidak sampai berdampak kerusakan berarti.

Menurut dia, fenomena tersebut adalah hal yang wajar dan biasa terjadi di saat awal musim penghujan seperti sekarang. Kejadian hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa daerah, hingga beberapa mengalami pohon tumbang bahkan ada rumah yang atapnya terbang terbawa angin.

“Kami masih mendata daerah-daerah yang terdampak hujan deras di awal musim penghujan ini, namun dipastikan tidak ada korban,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala kemungkinan gejala alam yang mungkin terjadi pada awal musim penghujan seperti angin kencang, sambaran petir, tanah longsor bahkan banjir.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya seperti memastikan saluran air terbebas dari sampah, mewaspadai rekahan-rekahan di kawasan berbukit dan segala hal yang dapat menimbulkan bencana di musim penghujan.

“Untuk yang bekerja di ladang dan daerah perbukitan untuk selalu waspada dan hati-hati. Buang sampah pada tempatnya, jangan ke sungai. Tetap saling mengingatkan terhadap segala potensi bencana dan langsung lapor kepada aparat terdekat apabila terjadi kebencanaan agar segera mendapat penanganan,” tuturnya.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...