TUTUP

Akui Banyak Ditawar Klub Lain, Fadau Berat Tinggalkan PSPS Riau

Ahad, 11 Agustus 2019 | 17:22:07 WIB
Akui Banyak Ditawar Klub Lain, Fadau Berat Tinggalkan PSPS Riau

REDAKSIRIAU.CO.ID PEKANBARU - Jelang dibukanya bursa transfer putaran kedua Liga 2 Indonesia 2019, beberapa nama pemain PSPS Riau mulai dikaitkan dengan beberapa tim lain. Seperti salah satunya Fadau.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah ini menuturkan, saat ini dirinya banyak mendapatkan tawaran dari klub lain untuk pindah di putaran kedua mendatang. Termasuk salah satunya dari Aceh Babel United.

"Ya tawaran dari klub lain ada masuk ke saya, sudah ada yang mengajak gabung di putaran dua nanti," ujarnya kepada bertuahpos.com, Minggu 10 Agustus 2019.

Namun begitu, pemain yang menggunakan nomor punggung 18 ini, mengaku cukup berat untuk meninggalkan PSPS Riau meskipun saat ini tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru sedang dalam kondisi terpuruk.

Fadau menjelaskan, keluarga menjadi salah satu alasan kenapa dirinya berat untuk bermain di luar Pekanbaru dan meninggalkan PSPS Riau.

"Alasannya keluarga di sini (Pekanbaru). Apalagi istri saya bentar lagi melahirkan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, hingga menjelang akhir putaran pertama, PSPS Riau masih berkutat di papan bawah klasemen semetara wilayah barat Liga 2 Indonesia 2019. Krisis finansial, diperkirakan menjadi penyebab kenapa PSPS Riau sulit bertarung dengan tim lainnya musim ini.

Namun begitu, pemain PSPS Riau yang rata-rata dihuni usia muda, justru menarik banyak minat klub besar lainnya di Liga 2 Indonesia. Terutama untuk mengarungi putaran kedua mendatang. 

Betuahpos

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Istri Beli Rokok Murah, Anak Tiri Dibunuh

2
Turnamen H1 Pool Billiard & Cafe

KONI Inhil Buka Turnamen di H1 Pool Billiard & Cafe

3

Personil Polsek Tempuling Lakukan Sosialisasi Pemilu Damai Usai Solat Magrib Berjamaah

4

Lakukan Sosialisasi Pemilu Damai Usai Suling, ini Harapan AKP Osben Samosir

5

Polsek Tempuling Cooling System di Jalan Propinsi Sungai Salak