Pekanbaru Terdampak Kasus Korupsi e-KTP?

REDAKSIRIAU.CO, PEKANBARU - Kasus korupsi e-KTP mencuat setelah Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) membongkar permainan cantik oknum dibalik pengadaan e-KTP. Di Pekanbaru ada banyak masyarakat yang mengeluhkan pengususan e-KTP lambat selesai dengan alasan blangko habis. Bisa jadi ini menjadi salah satu bentuk permainan proyek pengadaan e-KTP yang kini terungkap dalam kasus korupsi? Sejak pertengahan tahun 2016 lalu. Disdukcapil Kota Pekanbaru mengumumkan blangko e-KTP habis. Ada banyak masyarakat saat ini yang hanya memegang selembar surat keterangan sebagai identitas dan dibawa kemana-mana. Yuyun (20), salah seorang warga Jalan dr Sutomo, sejak 2016 lalu hanya memegang selempar surat keterangan sebagai identitas pribadinya. "Sudah lama tidak jadi e-KTP saya. Bahkan saya menikah hanya pakai selembar surat keterangan," katanya kepada bertuahpos.com, Sabtu (11/03/2017). Baca: Tersandung Kasus e-KTP, Setya Novanto Sudah Tidak Pantas Jadi Ketua DPR Ironis memang, di tengah keinginan pemerintah agar masyarakat menggunakan e-KTP, banyak permasalahan yang terjadi untuk realisasinya. Diantaranya terjadi megakorupsi e-KTP yang kabarnya melibatkan beberapa nama tokoh besar Indonesia, tidak ketersediaan blanko, hingga belum diterimanya e-KTP bagi mereka yang sudah merekam data. Hal ini juga terjadi di Pekanbaru. Rizki Karnaidi (27), salah seorang warga Perumahan Rajawali Sakti Kecamatan Tampan yang hingga kini belum mendapatkan e-KTP atau KTP elektronik. Baca: KPK: 2 Orang Terkait e-KTP Meninggal, Kami Punya Bukti Lain Saat dijumpai bertuahpos.com, Rizki Karnaidi sedang mendatangi Kantor Camat Tampan yang beralamatkan Jalan HR Soebrantas no.52 Panam, Pekanbaru.

Ikuti Terus Redaksiriau.co Di Media Sosial

Tulis Komentar


Loading...