REDAKSIRIAU.CO, PEKANBARU - Berlangsungnya Pilkada 2017 diyakini akan banyak menggelontorkan sejumlah uang. Namun sebaliknya, Bank Indonesia (BI) Riau meyakini perputaran uang menjelang pesta demokrasi itu kemungkinan akan sedikit.

  

"Diperkirakan lebih tinggi lebaran Idul Fitri kemarin ketimbang Pilkada 2017 ini," kata Kepala BI Riau Ismet Inono.

  

Menurutnya, dalam pesta politik beberapa tahun belakangan tidak lagi menunjukkan ada perputaran uang yang signifikan di tengah masyarakat. Hal ini disebabkan karena intensitas kegiatan di ruang terbuka lebih sedikit. "Kampanye-kampanye sekarang banyak dilakukan di dalam ruangan. Tidak seperti sebelumnya, yang kegiatan politik itu lebih banyak dilakukan di luar ruangan atau di lapangan terbuka," tambahnya.

  

Namun secara umum, perubahan pengaruh uang beredar dari kegiatan pilkada tetap ada , namun jumlahnya tidak terlalu besar. Hal ini, kata Ismet berangkat dari pengalaman Pilpres kemarin. Hardirnya nomentum pilkada hanya akan mendorong sedikit naiknya tingkat konsumsi masyarakat, tentunya juga akan berimbas pada bergerakan ekonomi masyarakat.

  

"Dulu kampanye di luar ruangan. Itu mengakibatkan tambahan perputaran uang. Sekarang banyak kampanye di ruangan tertutup. Sekarang acara di lapangan terbuka paling beberapa kali saja," tambah Ismet.