REDAKSIRIAU.CO, VIENTIANE - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan ancaman terbaru untuk kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dia akan memakan militan Abu Sayaf hidup-hidup. ”Saya benar-benar akan membedah tubuh Anda terbuka. Beri saya cuka dan garam, dan saya akan makan Anda,” ancam Duterte dalam sebuah video dari pidato resminya yang dipublikasikan Selasa (6/9/2016).

  

   ”Saya tidak bercanda,” katanya lagi. ”Orang-orang ini berada di luar pengampunan.”

  

   Duterte marah setelah 15 tentara Filipina tewas dalam perang melawan Abu Sayyaf beberapa hari lalu di Patikul. Salah satu tentara Filipina tewas dengan kondisi dipenggal oleh militan Abu Sayyaf.

  

   Presiden berjuluk “the punisher” atau “penghukum” ini bersumpah membalas dendam atas kematian belasan tentara Filipina. ”Mereka akan membayar. Ketika saatnya tiba, saya akan makan Anda di depan orang,” ujar di hadapan warga Filipina yang ada di Vientiane, Laos.

  

   Duterte berada di Laos untuk menghadiri KTT ASEAN. Beberapa pemimpin Asia Tenggara, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga hadir dalam forum tahunan itu. ”Jika Anda membuat saya gila, dalam semua kejujuran, saya akan makan Anda hidup-hidup, mentah-mentah,” lanjut ancaman Abu Sayyaf, seperti dikutip Inquirer.

  

   Presiden Filipina ini telah jadi sorotan dunia karena kerap mengumbar ucapan-ucapan kasar. Sebelum ini, Duterte menghina Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan menyebutnya sebagai “anak pelacur” dan bersumpah akan menguliahi pemimpin AS itu soal HAM. Hinaan Duterte pada Obama itu muncul setelah perang melawan narkoba yang dia kobarkan di Filipina dikritik AS karena telah menelan korban lebih dari 1.400 orang sejak Duterte menjabat sebagai presiden. Akibat hinaan itu, Obama menunda rencananya untuk bertemu Duterte di Laos. Hari ini, Duterte mengaku menyesal atas hinaan yang dia lontarkan pada Obama. Meski demikian, dia tidak meminta maaf.