REDAKSIRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR - Bupati Inhil HM Wardan mengutarakan bahwa sebahagian masyarakat telah dapat menikmati kinerja pembangunan oleh Pemkab Inhil, seperti pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan yang telah dilaksanakan selama ini. Meski, masih terdapat beberapa persoalan pembangunan yang terjadi.

“Dalam kunjungan saya ke desa-desa, saya melihat ada masyarakat yang mulai menikmati ‘buah’ pembangunan ini. Hal ini tentunya menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. Namun demikian, saya sadari masih ada juga pembangunan yang belum terlaksana. Masih banyak persoalan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, khususnya jalan yang menjadi kewenangan Nasional maupun Provinsi Riau,” Sampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada rapat Forum Konsultasi Publik Perencanaan Pembangunan Tahun 2018 di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Inhil jalan Akasia Tembilahan, Senin (13/3/2017).

Selama masa kepemimpinannya ditambahkan Bupati, telah banyak alokasi dana pembangunan yang diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari Provinsi hingga pusat guna mengoptimalkan upaya pembangunan di Kabupaten Inhil.

“2016, 7 ruas jalan nasional telah berhasil dibangun dengan total panjang keseluruhan lebih kurang 161 Kilometer. Jalan provinsi juga sudah banyak yg dibangun. Meski di sebagian ruas harus menggelontorkan dana yang sedikit lebih besar karena akses material bangunan yang sulit, seperti ruas jalan diperbatasan dengan Provinsi Jambi,”

Untuk jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Inhil, Wardan mengaku telah meminta ruas jalan daerah Mumpa menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2018 mendatang. Sebab, ruas Jalan Mumpa berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Selain itu, ruas jalan Sungai Piring – Teluk Pinang yang pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus akan  diusulkan oleh pihak Pemkab Inhil menjadi kewenangan provinsi dengan beberapa ruas jalan lainnya di tahun 2018 mendatang

Dalam sekelumit keberhasilan ini, Wardan meminta, agar pihak media dapat secara aktif mengekspos seluruh pembangunan yang telah dilaksanakan. Sebab, selama ini, Wardan merasa, ekspose media terhadap pembangunan masih kurang dilakukan.

“Seperti ruas jalan Sanglar – Pulau Kijang jangan lagi yang diekspos hanya jalan dengan batang kayu kelapa saja, padahal pembangunannya sudah dilaksanakan,” guraunya.(adv)